Melihat Fenomena Pemecatan ,Ini 8 Pelatih yang Masih Aman di Liga 1

Melihat fenomena pemecatan sejauh ini, sudah ada tiga korban dari ganasnya persaingan Liga 1. Didahului oleh Hans-Peter Schaller yang harus angkat kaki dari Bali United, Laurent Hatton di PS TNI, teranyar Timo Scheunemann yang mengundurkan diri dari Persiba Balikpapan.

Jalan instan tampaknya masih menjadi salah satu opsi bagi klub Liga 1. Sebenarnya bila fair, tiga pelatih itu baru saja menjalani setidaknya tiga pekan di Liga 1. Masih butuh proses untuk membentuk tim, terlebih sebagian besar pelatih baru tangani klub sebelum kompetisi dimulai.

Sayangnya, pelatih menjadi sosok pertama yang disalahkan kala tim tersebut gagal cemerlang. Padahal, tak sepenuhnya juru taktik bersalah, para pemain pun ikut bertanggung jawab atas buruknya performa tim.Dan masih banyak pelatih yang terancam lengser. Karena sejauh ini melihat fenomena pemecatan yang masih belum berakhir.

Djadjang Nurdjaman jadi nama terbaru, tepatnya setelah Persib Bandung dikalahkan Mitra Kukar dengan skor 2-1. Namun Djanur bukan dipecat melainkan mundur sebagai pelatih Maung Bandung dan tak akan kembali lagi menukangi Persib seperti sebelumnya.

“Dengan kekalahan hari ini, untuk sementara saya ingin istirahat dulu, saya ingin resign, saya mundur dari kursi pelatih Persib,” kata Djadjang dia seusai laga.

“Keputusan ini sifatnya sudah bulat. Tadi saya sudah bicara dengan manajer, yang lain belum Insya Allah nanti,” kata nakhoda berusia 54 tahun itu.

Dan ini delapan nama-nama pelatih yang di bilang masih aman di liga 1 :

1.  PSM Makassar (Robert Rene Alberts)

Pelatih asal Belanda ini sukses membawa Juku Eja berada di puncak klasemen sementara Liga 1. Bila terus konsisten dipastikan PSM berpeluang kuat untuk menjuarai Liga 1.

2. Madura United (Gomes De Olivera)

Meskipun belum konsisten ketika menjalani laga tandang namun pelatih asal Brasil ini sukses membawa tim Sappe Kerab jadi tertajam di Liga 1 musim ini. Ditambah pemain mereka Patrick Osaze Odemwingie yang menjadi top skorer kompetisi.

3. Mitra Kukar (Jafri Sastra)

Jafri Sastra sepertinya tidak akan lepas dari klub asal Tenggarong ini. Pasalnya tim berjuluk Naga Mekes sukses menjadi klub yang kuat di kandang

4. Bhayangkara FC (Simon McMenemy) 

Pelatih asal Skotlandia ini masih aman dari pemecatan lantaran ia sukses mengorbitkan pemain muda di Liga 1.

5. Persija (Stefano Cugurra Teco)

Persija sukses menuai rentetan kemenangan beruntun. Alhasil ia aman hingga putaran pertama. Namun bila performa Persija menurutn lagi, namanya berpotensi masuk daftar calon pelatih yang akan dipecat.

6. Arema FC (Aji Santoso)

Arema kurang konsisten, namun mantan pemain timnas Indonesia ini sukses mengembalikan penampilan ciamik Arema sehingga namanya kembali aman.

7. Persegres (Hanafi)

Saat ditunjuk oleh Manajemen Persegres Gresik United di awal musim, Hanafi menjabat sebagai manajer sekaligus pelatih Persegres. Namun prestasi Persegres kurang baik sehingga manajemen memberhentikan Hanafi dari jabatan manajer Laskar Joko Samudro. Dan akhirnya posisinya masih aman sampe saat ini.

8. Persela (Herry Kiswanto)

Manajemen Persela tetap memberi jaminan kepada Herry Kiswanto untuk menyelesaikan tugasnya sebagai pelatih hingga kontraknya berakhir. Maka dari itu posisi Herkis, sapaan akrabnya, masih aman.Posisinya masih belum tergantikan di persela sampe saat ini. Karena melihat fenomena pemecatan yang belum berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *